Jumat, 22 April 2016

pejuang kartini


tanggal 21 April  merupakan hari gender, kenapa? karena disinilah mulai adanya gerakan aktifis intelektual dari kalangan perempuan indonesia.  aktifis itu bernama ra. Kartini yang mengingankan sebuah kesetaraan gender yang dimana pada waktu itu yang terjadi ialah yang hanya boleh menjenjang pendidikan hanya kaum laki-laki saja dan ideologi yang terjadi dari dulu hingga sekarang ini adalah berfikiran bahwasannya '' perempuan itu hanya bisa didapur saja dan anak perempuan itu tidak wajib untuk melanjutkan pendidikan dijenjang yang lebih tinggi lagi'' hal inilah yang juga menjadi dasar deskriminatif  terhadap kaum perempuan. hal ini juga berlandaskan pada penafsir yang penafsirannya para mufasir  yang hanya Bias Patritika ( identik dengan kaum laki-laki saja) dan fakta menyebutkan mufasir itu kebanyakan dari kaum laki-laki, walapun ada juga dari kalangan perempuan misalnya Amina Wadud. Amina Wadud ini merupakan Tokoh okomotif penggerak dari keadilan menuju gender. Waduad dalam menuju keadilan Gender berpatokan dengan penafsiran metode Hermeunetik ( penafsiran secara bebas), penulis  kira munculnya ide gender dari Tokoh Indonesia ibu kita kartini mengenai emansipasi wanita itu telah ada sejak jaman para Tokoh pembaharuan Islam. berkat beliaulah sekarang ini kedudukan perempuan dengan laki-laki dalam hal Pendidikan dan Politik  dapat dikatan sama, karena setelah adanya Emansipasi Wanita maka itulah dampak yang terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar