Minggu, 24 April 2016

luapan hati

dikala tengah malam dikesunyian, dan hanya ditemani dengan suara detik jarum jam dinding, juga suara hewan yang bernama jangkrik yang  memiliki bunyi suarua  nyaring ditelingaku, kemudian letop yang senantiasa menamani dikala aku sendiri baik senang maupun susah dia adalah teman sejati yang selalu ada dan kupergunakan jasanya. aku terpikir dibenak kepalaku mengapa aku ada dinunia yang penuh fatamorgana ini?....kemudian aku berusaha mencari semua jawaban yang ada  dibenak kepalaku. namun semakin kumencari malah semakin skeptis terhadap jawaban yang kucari, oh tuhan kenapa engkau ciptakan aku yang malang ini kedunia yang penuh kefanaan. dimana banyak pernak-pernik kehidupan yang terjadi yang membuat manis dan pahitnya, asam dan asinnya kehidupan ini?..... sampai sekarang ini pun detik ini juga aku belum mengetahui apa yang aku cari didunia yang fana ini.
      





Jumat, 22 April 2016

pejuang kartini


tanggal 21 April  merupakan hari gender, kenapa? karena disinilah mulai adanya gerakan aktifis intelektual dari kalangan perempuan indonesia.  aktifis itu bernama ra. Kartini yang mengingankan sebuah kesetaraan gender yang dimana pada waktu itu yang terjadi ialah yang hanya boleh menjenjang pendidikan hanya kaum laki-laki saja dan ideologi yang terjadi dari dulu hingga sekarang ini adalah berfikiran bahwasannya '' perempuan itu hanya bisa didapur saja dan anak perempuan itu tidak wajib untuk melanjutkan pendidikan dijenjang yang lebih tinggi lagi'' hal inilah yang juga menjadi dasar deskriminatif  terhadap kaum perempuan. hal ini juga berlandaskan pada penafsir yang penafsirannya para mufasir  yang hanya Bias Patritika ( identik dengan kaum laki-laki saja) dan fakta menyebutkan mufasir itu kebanyakan dari kaum laki-laki, walapun ada juga dari kalangan perempuan misalnya Amina Wadud. Amina Wadud ini merupakan Tokoh okomotif penggerak dari keadilan menuju gender. Waduad dalam menuju keadilan Gender berpatokan dengan penafsiran metode Hermeunetik ( penafsiran secara bebas), penulis  kira munculnya ide gender dari Tokoh Indonesia ibu kita kartini mengenai emansipasi wanita itu telah ada sejak jaman para Tokoh pembaharuan Islam. berkat beliaulah sekarang ini kedudukan perempuan dengan laki-laki dalam hal Pendidikan dan Politik  dapat dikatan sama, karena setelah adanya Emansipasi Wanita maka itulah dampak yang terjadi.

makna kehidupan





















hal yang kita anggap tak bermanfaat bagi diri kita,sebenarnya itulah yang akan membuat diri kita menjadi orang yang akan bermanfanfaat bagi orang lain, akan tetapi yang kita anggap bermanfaat bagi diri kita terkadang bahkan pasti yang akan membuat diri kita tak berarti bagi orang lain.




















mengutif dari perkataan adi ginanjar, seorang pendiri ESQ mengatakan'' bermimpilah engkau setinggi langit, jika engkau terjatuh maka engkau akan terjatuh dibintang-bintang dan tulislah apa yang kalian mimpikan itu niscaya suatu saat nanti pasti akan menjadi kenyatan"
adapun maksud dari perkataan beliau ialah bermimpi itu memang harus lah yang tinggi, misalnya anda bermimpi ingin menjadi guru, dosen, itu haruslah anda naikkan menjadi profesor.